Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juni 2015

Semua Tentang Jogjakarta (Ngayogyakarta)

Semua Tentang Jogjakarta (Ngayogyakarta)

Entah kemana pikiran ini melangkah. Entah kemana lagi pikiran ini meloncat. Hari lalu kuliah soreku yakni Ekologi Terestrial dibuka dengan cerita singkat Pak Hadi mengenai berita yang sedang tersebar di broadcast mengenai cacing-cacing di daerah Jogjakarta yang banyak menggeliat keluar dari permukaan tanah karena suhu di dalam bumi yang panas. Dan hal yang serupa pernah terjadi 9 tahun lalu. Dimana pada tahun 2006 disaat Jogjakarta diguncang dengan kekuatan yang tidak dapat dibilang kecil.

2006? Jogjakarta? Ahh.. Andai.

Entahlah semoga saja Jogjakarta selalu dalam perlindungan-Nya. Yah. Aku harap Allah SWT selalu memberikan keselamatan, kesejahteraan, dan keamanan bagi warga Jogjakarta. Aku menulis catatan ini bukan karena cerita asmaraku terhadap salah satu teman yang pernah tinggal dan mengejar ilmu di daerah Bantul, namun aku merasakan ada ikatan yang kuat antara aku dan Nagri Ngayogyakarta ini.
Memang banyak sekali kenangan-kenangan di Jogjakarta yang sangat mengesankan. Waktu jaman Mamah masih mengajar di MTs Assalafiah Kota Tegal yang studytournya memang ke sana seperti Kebun Binatang Gembira Loka, Candi Borobudur, Pantai Paris (Parangtritis), Taman Sari, Monumen Kerucut (Jogja Kembali), Kaliurang, Monumen Dirgantara dan pasti Jalan Legend Malioboro.

Semakin remaja atau mungkin dewasa semakin aku bisa melalangbuana ke bagian lain. Monumen Tugu Pal Putih dimana salah satu Iconic Jogjakarta yang berada di ujung jalan Malioboro, kembali menyusuri kenangan yakni Taman Sari, Keraton Jogjakarta (Sultan Palace), Kantor Pos Gedhe, Benteng Vredeburg, kembali lagi menghampiri Gembira Loka, Krakal, Parangkusumo, Sasono Hinggil Dwi Abad, Alun-alun Kidul tempat dimana aku pernah melihat indahnya supermoon bersama dengan sekian warga atau bahkan perantau pelajar Jogjakarta. Alun-alun Lor yang merupakan tempat parker bus-bus pariwisata. Entahlah hingga perjalanan rindu menggunakan kereta api yang berhenti di Stasiun Lempuyang.

Atau mengunjungi kampus tetangga seperti UGM, IAN Sunan Kalijaga, UII, UNY juga pernah. Mungkin pernah istirahat sejenak dari perjalanan Semarang – Jogjakarta dengan menggunakan motor dan beristirahat di warung gudeg Buk Tin.

Dari semua itu masih saja bukan ingatan atau kenangan membekas bersama Mamah, Abih, Gilang, Tante Anna yang juga pernah ikut studytour bersama MTs Assalafiah. Bukan ingatan bersama Pinkan, Denis, Ali, Manda, Yuli, Vivi, Nova dan seluruh anak ASEAN saat studytour ke IAIN SuKa. Bukan juga saat mendaftar dan tes di IAIN SuKa dan keliling malam bersama Manda ke Tugu Pal Putih sampai mbakso. Bukan studybanding ke UGM, UNY atau UII bersama teman kampus. Bukan motoran bareng Teh Hesti, dan Teh Asti nongkrong di Alun-alun Kidul lihat bulan dan bakar-bakaran sampai lupa ternyata ban motor bocor. Tentu bukan cerita bareng penjual baju, tukang delman, tukang becak, sopir bus.

Kenangan yang selalu terbekas dan menggores mungkin “Kamu” tahu Bayu Febriansyah ah bukan Gilang Ramadhan. Atau mungkin kamu lupa? Aku yang tidak tahu pasti mengenai Daerah (yang memang sangat) Istimewa Yogyakarta dan kamu bandingkan dengan wanita tiga tahunmu. Heheh. Sudahlah, memang begini ceritanya dan adanya.


Mbantul praja tamansari, ben ra ucul yo digondheli.                                                                     Sleman sembada, eman-eman marai gela                                                                            Gunungkidul handayani, bacut ucul angel nggoleki                                                               Kulonprogo binangun, karo kanca mbok ya sing rukun – Ngayojakarta Genk Kobra - 

Kamis, 28 Mei 2015

Mimpi di Hari-nya Elang

Wkwkwk, sebenarnya ini bisa dibilang bukan untuk konsumsi fuvlik sih, tapi ceritanya mau cuci gudang file-file yang belum sempet ke sini. Dan ini dibuat meskipun basi 3 bulan mungkin gag papa sih untuk disampein. Bagi-bagi cerita tentang mimpi gituu. Ok. Happy reading my alay story :D

Assalamualikum, yah akhirnya setelah liburan yang panjang ditambah dengan adanya magang yang membuatku bolak-balik Semarang – Tegal. Leleh juga sih. ditambah harus berkemas-kemas sebelum kepulangan yang terakhir karena……yeeey perpindahan kostan. Sekarang aku tinggal di kostannya Anisa. Tepi memang ada beberapa barang yang masih tertinggal disana sih.

Hari ini tepat tanggal 25 February, dan aku sudah mengingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahun si Elang. Dan kamu tahu malam tadi apa yang aku mimpikan? Aku bertemu dengan Elang. AZZZZ.. jadi ceritanya khan aku tertidur jam 9 nah bangun itu jam 23.33. trus karena aku anggap masih malem jadi aku tidur lagi dong yah dan terbangun kurang lebih jam 02.31an. aku terbangun karena aku bingung itu mimpi buruk atau mimpi baik.

Buruknya karena ada Elang di mimpiku, jadi ceritanya ada suatu perayaan yang kita disuruh untuk tinggal disebuah kapal pesiar untuk pergi dan merayakan ditengah laut. Terus waktu pembagian kamar ada anak kecil, cewek  dan nama dan wajahnya persis sama nama adiknya Elang. Dia jatuh dari tangga dan menangis karena membentur lentai. Otomatis aku yang menggendong anak tersebut menanyakan apakah kakaknya masih ikut di kapal dan dia menjawabnya iya. Kemudian aku beranjak ke pertigaan koridor yang di sini masih rame orang-orang mencari kamar. Tiba-tiba aku bertemu Kucing, dan otomatis aku menarik tangannya sambil meminta bantuannya.

Kucing lalu memanggil di antara kerumunan orang tersebut, dan ternyata ada seorang pemuda yang mengaku kalau dia kakak dari sang anak. Pemuda itu mengenalkan diri dengan nama lain (bukan nama sekarang Elang tapi nama kecilnya). Seolah aku tak percaya dan terus saja mengikutinya. Dia tampak berbeda tapi aku tahu dia Elang dan kami mengobrol di restoran kapal. Bentik dari restoran memang dibuat dari kaca-kaca sehingga kita dapat melihat keluar. Kami mengobrol seolah tidak adanya hubungan di masa lalu. Malahan kesan awalnya dia terhadapku seperti pertemanan biasa.
Kemudian mimpi berlanjut ketika aku menemukan anak lelaki yang ditinggal ibunya, aku bermain dengannya sebelum ada orang gila laki-laki mengganggu kami. Dia katanya akan meledakan kapal tersebut dan akhirnya malam harinya aku melarikan diri bersama anak tersebut kesebuah dermaga dan ketika tak jauh sekoci yang aku kendali berjalan, kapal tiba-tiba seperti di ledakan (mungkin karena efek lihat peledakan kapal asing oleh ibu Susi).

Aku menangis karena beberapa orang yang yang aku sayangi ada di dalamnya (termasuk Elang pastinya). Kemudian dari dermaga aku di selamatkan oleh Puput yang bersiap dengan mobilnya. Dan didalam mobil aku menangis sejadi-jadinya sampai beberapa orang ynag juga melarikan diri dan Puput tentunya susah menghentikannya. Aku merasa egois, masa bodo dan menyesal disana.
Sebenarnya memang ingin sekali aku melakukan hal yang demikian. Tapi aku tahu itu mustahil karena setiap aku melihat wajah dia selalu melihat sejarah. Di mimpi itu entah kenapa aku seperti merasakan tangisan di dalam. Sebenarnya aku sungguh ingin melupakan dan menganggapnya teman, tapi aku juga tak ingin itu terjadi. Entah mengapa disaat-saat tertentu Elang, dan Kancil selalu saja muncul padahal keinginnanku adalah melupakannya.

Ketika liburan kemarin, tante Ana cerita kalau kayaknya Elang putus dengan pacar 3 tahunnya. Aku bertanya darimana dia tahu yang dijawab dengan semua foto dia yang sendirian tanpa si wanitanya dan menyuruhnya mendekatinya lagi.

Huah? Mendekatinya lagi? Aku yang sekarang bukan aku yang dulu dong yang bisa diam. Dari putusnya itu kemudian ia mengganti nama kecilnya. Yah, mungkin dia masih terbayang dengan wanita 3 tahunnya. Tante Ana itu orangnya rese, pakai nyanyi lagu Afgan yang liriknya ‘Jika aku bukan jodohmu, ku kan berhenti mengharapkanmu. Jika aku memang tercipta untukmu, jodoh pasti bertemu’. Hahahaha.

Aku sih Enggak. Katanya Anang yang aku copas langsung. Gag mau deh ada cerita-cerita aku nangis.
Yasudah ini karenaharinya Elang, aku mau mengucapkan selamat ulang tahun dan semoga keberkahan selalu terciptauntukmu.


Karena mimpi tersebut kemudian aku terbangun dan tahajud. Tapi entah mengapa aku tiba-tiba ingin menjadi stalker kembali. Owh no! sadarkan aku Ya Allah *sambil menyanyikan lagu milik Afgan tersebut. 

Ajeng di Balik Bayangan Pernikahan

Udah lama kali tidak berkabar :D, Assalamualaikum semuanyah? Gimana kabar yo semuanya sehat yah semuanya ini ,, *kata bang Dzawin SUCI.

Jujur sebenarnya kabar daku sungguh dalam keadaan yang memprihatinkan, dan merintis untuk tulis menulis lagi deh. Selain nulis skripsi tersisip juga nulis diari. Ini dapet inspirasi dari hasil obrolan sama sahabat MAN, Yuliyanti. Dia bilang salah satu sahabat kita yang lain, temen deket kami, Deni Anis atau akrab di panggil Denis mau nikah setelah lebaran 1436 H, atau lebaran Idul Fitri Juli 2015 ini.

Oke Fine! Mei, Juni, Juli. Temen MAN yang lain kaya si Debby sama Suci juga mau nikaaaah… aahh Shit! Anyway, just can speechless. I don’t know, how can them do that to me. Gue JOMBLO ment! Fak! Owh, sorry aku ralat, lebih tepatnya aku memilih untuk SINGLE. SATU, SENDIRI, MANDIRI Tapi aku bukan Soledad yah, no Alone, no Lonely. Ya But sometimes, I felt give up. Atau mungkin sempat merasa I felt too lonesome on the crowd. Nangis.

Jujur siapa lagi yang harus bertanggung jawab kalo bukan mantan seriusan pertama dan terakhir selama 4 tahun ini?! Aku belum real lupa dia. Setiap ada yang deket, kurang aku tanggepin. Ada yang kasih perhatian, aku acuhkan. Sampai ada yang jelas-jelas nyindir sambil bilang, “kalau nunggu jawaban dari kantor mah paling sejam dua jam dan lamanya paling 3 hari, tapi kalau nunggu jawaban Ajeng mah gag tau sampe kapan limitnya. WTF (re: Wow! This Fantastic!) kapan dia bilang?

Kayaknya ada factor kenapa aku milih sendiri deh, hal ini aku cocokkan sama artikel di Hipwee yang bilang aku terlalu asik sama duniaku, karena trauma masa lalu, daaaaaannn …. Masih keinget mantan. Arhhh.. Mother Fucker! Terus gimana? Harus gitu gue jadi perawan tua? Dilangkahin adek gue Gilang yang jaraknya cuman 15 bulan gara-gara nungguin 12 tahun Rangga dan gue mampu bertahan? Eh? Emang gue Cinta apa?

Eits.. ngomongin AADC, kok bisa ya si Cinta nungguin Rangga selama itu? Kalau seandainya 12 tahun dari 2011 … 2023, 2023 dikurangi 1995 berarti umurku …. WANJRIT ! 28 Tahun? Sibuk kerja ya Mbak?! Setiap dapet undangan pernikahan atau kondangan mantenan kata orang Tegal yang awalnya waktu ABG aku kira wisata kuliner prasmanan jadi wisata religi karena setiap saat ketemu orang yang dikenal kita cuman bisa ber-Istighfar gegara selalu ditanya “KAPAN NYUSUL NIKAH?”, idiiihhh Amit-amiiiittt.. Ya Allah jauhkanlah HAMBA dari Pemikiran ini  :C

Jangan sampai di umur segitu aku nangis kalau dapat undangan sambil nyanyi lagunya BBB Girl – Ku Ingin Menikah di tengah rintikan hujan?!

Ahhhh.. Semoga saja tidaak, Lets smile my beautiful boyish girl J

Sabtu, 11 Oktober 2014

Monkii Monkii dan Monkii



Yeahh.. akhirnya aku menuliskan tentang salah satu pet yang aku sayangii.. dia adalah Monyet! Yap, Monyet. Aku panggilnya Monkii aja kali yah.
Sssshhh.. (tarik nafas dulu). Tentang dia. Dia yang menyebalkan. Serius. Aku juga heran, kenapa lebih memeilih Monkii dibandingkan pet yang lain. Aku rasa kami juga tidak saling kenal. Emm.. mungkin aku mengenalnya, namun dia tidak mengenalku. Atau dia mengenalku sekenal aku ke dia. Menghilangkan rasa illfeel yang ada dan sekarang biasa saja.
Biasa saja? Yakin? Teruus kenapa pakai acara nyanyi sambil senyum-senyum segala? 
Ya khan maklum, kalau kita mengingat kembali sesuatu yang absurd, aneh, atau lucu bin illfeel khan tanpa sadar kita nyanyi-nyanyi sendiri. Iya khan? Apa lagi kalau membaca ulang buku yang pernah aku tuliskan dan didalamnya terdapat nama dia. Tambah-tambah geli. Aduh gimana yah menceritakannya. Ituuu sulit banget di ceritainnya, Man! Apalagi nginget sesuatu yang gila. Ketawa-ketawa sendiri. Kok bisa yah, aku segitunya ke dia waktu awal kuliah? Yah, habisnyaa.. dia pake acara senyum-senyum gitu. Tapi mungkin bukan ke aku kali yah.. JANGAN PEDE.
Nggak kok. Kemarin. Tepatnya hari rabu sebelum matkul bio konservasi. Waktu itu aku, Rofiqotul dan Fey lagi mau makan di kantin (rencananya). Tapi waktu di payungan ada Vika, Rahita, Fadil, dan Endah lagi duduk nyante sambil ngegosip yang menyebabkan si Fey nggobrol dulu sama mereka. Nah tinggallah aku sama Rofi yang ngelanjutin perjalannan.
Astaghfirullah,, kantin hari itu rame pake banget. Tampaknya tak ada tempat untuk kami makan disitu. Lalu tak jauh dari sana aku melihat ada Hesti yang sedang makan bersama Sofiana, Mumud, Fifit trus siapa lagi gitu. Tapiiiiii setelah mataku mencari-cari meja kosong. Aku melihatnya. Yap! Si Monkii lagi duduk disana sama temen-temen ceweknya. Aduh.. salting nih. Tapi intensitasnya jauh lebih rendah dibanding yang dulu-dulu. Sempet minta gorengannya teteh sih buat ngilangin saltingnya.
Daripada nunggu lama mending ke counter makanan yang kanan pojok. Aku beli air mineral sih, tak lama si Monkii jalan kearah sini. Omegoott. Eh, ternyata dia beli di counter yang sebelahnya. Dekeeettt banget. Kami berdiri saling memunggungi gag ada satu meter. Aku yakin itu. Kami sedekat itu. Dan sedekat itu aku melihat wajahnya. Dekaaatt sekali. Hanya dibatasi oleh tembok saja.
Tapi aku mejauh dahulu darinya, takut perasaan yang itu hadir kembali. Ya sudahlah. Langkahku di berhentikan Teh Hesti, aku bilang kalau mau duluan. Duduk-duduk bareng mereka. Tapi tetep saja si Hesti narik tanganku biar aku duduk disitu. Hesti itu salah satu temen deket yang aku tunjukin tentang Monkii, tapi aku kurang yakin dia tahu ada Monkii disana. Tapi tetep, mataku gag lepas darinya.
Langkah kaki terarahkan menuju payungan. Bergabung kembali dengan yang lain. Mengobrol dengan yang lain. Tak lama kakiku ingin segera menjauh. Aku mulai mengatakan pada yang lain niatku masuk ke kelas terlebih dahulu. Salam perpisahan itu. Aku tak sengaja ingin melihatnya, dan ketika mataku tertuju padanya.. AKU YAKIN, MATANYA JUGA MENGARAH PADAKU. Segaris tipis itu juga aku yakin melihatnya.
Subhanallah,, jagalah hamba.

Kamis, 26 Juni 2014

Komentar waktu nonton HarrPott :D



Yeah, tulisan ini adalah tulisanku yang menjelek-jelekan para lelaki yang kurang peka akan perasaan wanita (sedikit curcol) yang berada di sekelilingnya. *huft! Sedih banget gueeeeee. Kalau ndak salah, kayaknya aku pernah ngebahas tentang 3 tahun yang menyedihkan. Sebenarnya tidak selalu demikian sih, hanya saja terkadang bisa merasakan kejenuhan di saat ada masalah yang datang tanpa ada teman yang sedia untuk mendengarkan, memperhatikan, dan ikut memberi solusi. Iya gag sih, Mblo?
Well. Tadi abis nonton Harry Potter yang ke-6. Sumpah selama sepanjang sequel film yang ada, hanya film ini yang ngebuat aku bête. Najis, kancrut, faku (Ops, sorry). Iya lho, serius. Komentar yang keluar itu ya yang, “Ihhh.. Kenapa sih si Ron gag peka banget sama Hermione?”, atau “Idih, itu si Lavender jijik banget sih. Genit, Ganjen, Gatel jijik sumpah ueks!”. Dengan mengakhiri tontonannya dan langsung pergi ke kamar, alih-alih nonton film atau mendengarkan mp3 di lepi aku malah sms teman, “Mesra-mesraannya udah belum?”. Wkwkwkwk.
Kalau ada yang membaca tulisannku dan ikut setuju, ayukkk. Tapi kalau ada yang malah ikutan berkomentar ayyyuuukkkk…kita rebut. Hahahah.
Jujur yah, scene yang ngegemesin aku waktu adegan si Ron dan Tante Girang tersebut setelah pesta dan pergi setelah lihat ada Harry dan Hermione. Greget banget, banget, banget. Untungnya sebagai seorang sahabat dang merasa Pria (geli aku ngomong ini) Harry menegakkan tubuhnya dan sedekat mungkin dengan Hermione agar maksud pundaknya bisa di pinjam dia untuk senderan menangis (HALAH!!!).  Tapi lain cerita peka-pekaannya kalau ternyata si Harry menyimpan perasaan suka ke Hermione yah. Aduuuhhhh …
Segarangnya wanita, seganasnya wanita, segalaknya wanita, dia tetap tercipta sebagai sisi yang lemah. Iya gag sih? gag yah?! Ya sudah, abaikan.
Jujur yah, aku butuh banget pundak, tangan, keluarga teman dan sahabat. Tapi memang sih, sejauh ini aku pernah nangis di pelukan sahabat itu bisa di hitung jari. Dan ngerasa banget kaya anak kecil. Dan kalau pundak, sering banget aku pinjamin ke temen. Sampai yang lendirnya keluar pernah, sampai tissue habis juga pernah, dan pengalaman parahnya (iuuuhh banget deh pokoknya) sampai kerudung aku buat tadah ingusnya juga pernah. Kancrut. 
Heh, ntar kalau aku sudah halal, mungkin punggung suamiku yang bisa nenangin aku atau ??/ ahhh… au ahhhhhhhh….. yang penting sekarang sendiri is ok. IM SINGLE AND VERY HAPPY,

Jumat, 20 Juni 2014

Andai aku bisa seperti Taylor Swift yang membuat lagu berdasarkan pengalaman cintanya


Andai aku bisa seperti Taylor Swift yang membuat lagu berdasarkan  pengalaman cintanya. Mungkin yah, hanya orang itu lagi atau lagi-lagi orang itu. Kekeke~ kalau Mrs.Swift khan banyak tuh yang menjadi topic dan materinya. Sebenarnya sih, inti dari lagu-lagunya adalah masa lalunya ya kita bisa menyebutnya dengan MR. Yesterday.
Okeh balik lagi ke diri sendiri. Kalau sudah membayangkan tentang sedikit atau secungkil masa lalu, aku hanya bisa mengekspresikannya dalam bentuk tulisan atau gambar. Sebab aku tidak dapat bernyanyi dengan suara yang aku tidak begitu baik, maupun memainkan alat atau instrument music.
 Sedih juga sih jika membaca kembali beberapa tulisan dan itu bisa membuat jebakan nostalgia (menurut Raisa). Ya pahamkan. Apalagi orang berjenis kelamin cowok, trah keturunan Adam yang dapat dikatakan sepantaran denganku hanya dua orang, yakni Kancil dan Elang. Monyet? Kucing? Jerapah? Hahahaha. Jangan diambil hati, karena aku orang yang mudah menyukai, bukan mencintai.
Oya! Wanita adalah makhluk yang jeli, sensitive, dan peka (dapat dibilang demikian) sehingga dapat dengan dengan mudah menangis hanya karena teringat sesuatu ketika mendengar lagu, menonton film ataupun hari/tanggal yang menurut mereka … “Gue, banget…”.
Ya, itulah sosok yang bernama Hawa. Yang terkadang menuntut pasangannya untuk juga mengingat hal yang sama.
Disini bukannya aku membela kaum Adam, aku memberi sedikit nafas oksigen. Tapi secara logika, cowok atau lelaki yang (biasanya) di tuntut untuk harus ini itu pasti secara tak sadar tapi harus sadar dia lupa akan cerita-cerita yang dianggap tidak begitu penting. Tapi kata bapaknya adik kandungku, terkadang yang diingatnya adalah bekerja keras untuk membayar spp putra-putrinya di awal bulan. Sedangkan ibu, jelas dan pasti dia memgingat kapan anak, suami bahkan dirinya ulang tahun, tanggal pernikahan, tanggal tagihan listrik, telpon, maupun tanggal yang keramat, kekekek~ (maaf Mah, tapi mamah juga demikian).
Terkadang aku berfikir bahwa aku hampir memiliki kesamaan dengan Bang Radit yang malah membuat cerpen, film hingga komik berdasarkan cerita masa lalunya. Penggunaan nama hewan juga di lakukan pada setiap judul ceritanya dari mulai Kambing jantan, Kerbau betina, atau apalah itu. Kalau aku sih, jangan ditanya. Owl untukku, Kancil untuk dia, Elang untuk dirinya, Monyet untuk ia, ataupun mungkin … lalu untukmu, Pembaca? Engkau sendiri yang menentukan untukku. Mungkin Dear, Sweety, Be Loved, atau Sweet Heart. Ya sudahlah ini hanya kekacauan dengan bumbu geer yang akan membuat kesalah pahaman. Bukankah tadi aku sudah mengatakan bahwa aku mungkin saja mudah untuk menyukai seseorang, tapi tidak untuk mencintai seseorang.   

Selasa, 13 Mei 2014

Mapala In Heart




Jiahahahahahah. Aku memulai postingan ini dengan ketawa dan senyuman sembari mendengarkan lagu-lagu yang easy listening tapi tetap tidak merubah mood aku. Tema ke dua yang aku tulis adalah Pecinta Alam ya ini. Bukan Alam kakak angkatanku yah, kan udah ada mbak Billy dong. Di sini yang di maksud adalah para MAPALA, Pendaki Gunung, dll. Pecinta alam yang aku maksud lebih prefer ke orang yang mengikuti aktifitas atau menjiwai hal yang berbau menantang adrenalin. Tapi kalau anak yang amu merawat alam dengan tidak membuang sampah, atau berkoar-koar mengenai masalah issu lingkungan juga baik.
Awal kuliah aku sudah merencanakan untuk mengikuti mapala, tapi belum mendapat restu dari atasan saya. Kekeke~ walaupun ketika aku mengutarakan mau lebih dekat dengan Sang Khalik dengan ini, beliau mengijinkan pula. Di dukung oleh beberapa pengalaman yang menarik dahulu-dahulu.
Dulu yah, kayaknya ngelihat orang main arum jeram atau rafting, kano, trus ada juga yang panjat tebing, keluar masuk goa, ada pula yang nelusuri hutan keren gitu. Ohya aku suka sama kegiatan outdoor dari mulai smp-an, soalnya kalau tidak salah, ada buku dimana di tulis kegiatan apa yang di sukai. Dan aku memilih climbing, rafting, fishing, camping, hiking, dan traveling dibandingkan Shopping, party, ya semacemnya. Tiga kata untuk kegiatan tersebut –Seru, Gokil, Keren- Subhanallah banget pokonya.

Exciting banget gituh jujur yah kalau melihat ada orang membawa carrier besar di punggung sambil tetap semangat mencoba menerjang rntangan berupa jurang, bebatuan, ataupun lainnya. Ini masih berhubungan sama pecinta alam. Trus kenapa kedua gambarnya ada tulisannya “Pacar”? jiahahaha. Gag papa lah yaw, suka-suka gue dong doa-doa gue~ hahaha.
Yap dari blog salah satu bagpacker wanita favoritku ditulis, kenapa cewek lebih suka cowok pecinta alam danan pendaki gunung? Katanya 80% karena mereka pasti setia di balik sikap yang memang terkadang ngelantur. Selain itu alasannya karena mereka keren, punya hobi sama dll.
Memang sih, dari segi dunia keren pasti karena mereka di rasa mampu menerjang rintangan. Di jaman gini juga sekarang banyak lhoh para ikhwan-ikhwan yang punya tujuan dakwah dengan menggunakan alam sebagaia ssrana ibadah. Di antaranya abangku dari UNPad yang dulu memang terkenal alim gitu, sekarang katanya dia termasuk anak mapala yang aktif baik di gini juga akademiknya. Iri saja gituh ketika dia posting sedang berpose muncak di beberapa gunung. Dan ada tulisan ‘Subhanallah, Maha sempurna Allah yang telah menciptakan alamnya sedemikian indahnya….’.
Bukan hanya laki-lakinya saja, para rockers muslimah juga sekarang sudah mulai banyak. Maksudnya mbak-mbak muslimah yang mengenakan rok ketika ia sedang muncak, yang aku tau salah satu kommunitasnya sudah pernah mendaki Mahameru. Huiiiiihhh. Kalah banget ini kita.

Sedangkan dari kalangan orang-orang terkenal yang aku tahu sebagai seorang anak gunung ada Soe Hok Gie bahkan yang mengharukan beliau meninggalpun dekat dengan tuhannya yakni di puncak Gunung Semeru, Norman E, Nunu, Dono, Kasino juga seorang anggota mapala Impala UI yang berganti nama Praja Pramesti, Jokowi dengan Mapala Silvagama FKehutanan UGM, ada juga Ganjar Pranowo dengan Mapala Majestyc FH UGM. Beserta yang lainnya.
Pokoknya seru aja yah. Mungkin efek film juga kali yah? Yang disebut dengan pendaki 5cm. tapi memang kegiatan outdoor lebih mengena untukku karena kelak aku akan mengambil mengenai bagian ekologi, berhubung aku termasuk anak biologi.
Iri dan so’ sweet gituh yah, lihat foto-fotonya mbak Yaya bersama kak Zuhdi (?) waktu naik ke Lawu dan beberapa gunung lainnya, Om Frendi sama Neng Delli, Wilda dan maspacarnya atau foto Fitri dan Dadi jiahahaha kawanku ini anak Hali, sebenarnya sih, eheem aku juga mau sama anak Transpala-itulho nama Mapalanya Kimia. Tapi ogah akhhh……
Yakh pokoknya sekian dari aku, tunggu cerita aku yang sedikit demi sedikit akan menggapai impian ini yang tak sabar dan terasa membuncah di hati. Byeeee…